"Bisa jadi, kalau kekecewaan terakumulasi, kader-kader membuat improvisasi-improvisasi dalam Pilpres," kata Ketua DPP Golkar, Yorrys Raweyai, kepada
Rakyat Merdeka Online di ruang pimpinan Komisi I, Gedung Nusantara II, Gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarata (Kamis, 28/11).
"Pileg itu sangat beda dengan Pilpres. Pileg lebih pada konsolidasi partainya, bersama-sama. Tapi kalau bicara pilpres, ini kan bicara masalah kolektif. Karena itu kita buruh solidaritas untuk mencapai soliditas," sambung Yorrys, yang juga Ketua Umum Angkatan Muda Parta Golkar (AMPG).
Yorrys pun menilai program catur sukses yang selama ini dijalankan kurang begitu terstruktur, dan kurang berhasil. Faktanya, dalam Rapimnas misalnya, DPP kurang mengakomodasi DPD tingkat II, yang berbasis di kabupaten dan kota, yang merupakan garda terdepan partai.
"Kalau DPD tingkat II kemudian membuat forum sendiri, siapa yang berani melarang," ungkap Yorrys, sambil mengatakan sayap-sayap partai juga belum pernah dilibatkan dalam rapat-rapat terkait dengan Pilpres.
[ysa]
BERITA TERKAIT: