Dalam hal ini, Ketua DPP Golkar, Yorrys Raweyai, misalnya ikut nimburung dalam perdebatan yang terjadi antara Iskandar Manji dengan Ketua DPD Golkar Sultra, Ridwan Bae. Ridwan Bae membantah pernyataan Iskandar Manji yang menyebut bahwa Rapimnas Golkar tidak demokratis.
"Demokratis macam apa yang dianut Golkar," kata Yorrys kepada
Rakyat Merdeka Online di ruang pimpinan Komisi I, Gedung Nusantara II, Gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarata (Kamis, 28/11).
Yorrys Raweyai mengkritik mekanisme Rapimnas yang mempersempit waktu, yang dalam istilahnya cuma digelar satu hari setangah. Di luar waktu, hal lain yang disesalkan dalam Rapimnas adalah tidak melibatkan DPD tingkat II. Padahal DPD tingkat II, yang berbasis di kabupaten/kota, merupakan garda terdepan partai yang bersentuhan langsung dengan pemilih di wilayah masing-masing.
"Tidak ada DPP, tanpa DPD I. Dan tidak ada DPD I, tanpa DPD II," kata Yorrys mengingatkan.
Bahkan ungkap Yorrys, yang Ketua Umum Angkatan Muda Parta Golkar (AMPG), Rapimnas yang digelar di Jakarta itu kurang memfasilitasi pandangan ormas dan sayap partai. Padahal sayap partai pemuda misalnya, merupakan kawah candradimuka pengkaderan Golkar.
"Ingat, pemilih terbesar di 2014 itu adalah kelompok muda. Tapi ternyata itu tidak dioptimalkan oleh DPP," demikian Yorrys.
[ysa]
BERITA TERKAIT: