"Desa Kutagunggung, Kutarakyat, Sigarang-garang dan Sukanalu harus dikosongkan segera," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menerangkan dalam rilisnya tadi malam, (Sabtu, 23/11).
Sutopo menerangkan,
erupsi terjadi tadi malam (23/11), yaitu pukul 21.26 Wib, 21.38 Wib, dan 22.02 Wib. Sementara arah angin utara timur laut, dan disertai dengan hujan batu kecil.
"TNI beserta aparat lain sedang mengerahkan armada truk menuju sasaran melaksanakan evakuasi warga," jelasnya.
Pada Kamis sore, (22/11) jumlah pengungsi sudah mencapai 6.301 jiwa (1.983 KK). Diperkirakan Sabtu malam (23/11) akan bertambah karena proses evakuasi sedang berlangsung dari emat desa, Kutagunggung, Kutarakyat, Sigarang-garang dan Sukanalu.
Berikut sebaran pengungsi musibah Gunungapi Sinabung, Desa Mardinding di Los pekan T. Nderket (278 KK 940 jiwa), Desa Sukameriah GBKP Payung (89 KK 314 jiwa), Mesjid Peyung (37 KK 111 jiwa), Desa Bekerah dan Desa Simacem di Los N, Teran (170 Kk 518 jiwa), Sentrum (151 Kk 448 jiwa), GBKP Simp VI ( 141 Kk 433 jiwa), Serba Guna KNPI ( 137 Kk 505 jiwa), dan Klasis GBKP (113 Kk 330 jiwa).
Selanjutnya di GBKP Kota (259 KK 751 jiwa), Paroki jln Irian (176 Kk 570 jiwa), Mesjid Agung (136 Kk 519 jiwa), GPDI Indokum Siroga Simp IV (64 Kk 161 jiwa), GBKP Simp Katepul (76 Kk 218 jiwa), GBKP Asrama Kodim (56 Kk 161 jiwa), Kantor ASAP (18 Kk 54 Jiwa), dan Masjid Istiqrar B. Tagi (82 KK 268 jiwa).
[rus]