Demikian sambutan SBY dalam pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu pagi (17/11). Pada acara itu Presiden SBY didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudoyono, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliawan D. Hadad. Juga dihadiri Menteri Keuangan Chatib Basri, Mensesneg Sudi Silalahi, dan juga Gubernur DKI Joko Widodo.
"Aset industri perbankan syariah meningkat hampir 14 kali, atau rata-rata tumbuh 151% per tahun. Selain itu, sejumlah milestone penting sejarah keuangan syariah Indonesia juga telah kita wujudkan," ujar SBY.
Meskipun industri ekonomi syariah telah menunjukan perkembangan yang sangat signifikan, namun menurut Presiden, ukuran industri keuangan syariah tersebut baru sekitar 40 miliar dolar Amerika Serikat.
"Tentunya, jumlah ini masih sangat kecil bila melihat potensi yang kita miliki," terang SBY seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI.
Oleh karena itu, Kepala Negara mendukung upaya perumusan Cetak Biru Keuangan Syariah Indonesia. SBY juga berharap cetak biru ini sejalan dengan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Jangka Panjang (RPJP). Serta cetak biru itu juga perlu harmonisasi dengan sejumlah program nasional yang tengah digalakkan saat ini, utamanya Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Sebelumnya SBY mengatakan, melalui Gerakan Ekonomi Syariah, pemerintah ingin masyarakat di seluruh tanah air berperan labih aktif dalam pengembangan ekonomi syariah. Lebih jauh SBY juga ingin menjadikanIndonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia sekaligus terintegrasi dengan sistem internasional berbasis syariah.
[rus]
BERITA TERKAIT: