Wukuf di Arafah, yang berada di antara Muzdalifah dan Thaif ini, merupakan puncak ibadah haji, dan menjadi pembeda antara ibadah haji dan umrah. Dalam umrah, wukuf di Arafah bukan rukun.
Menurut Menteri Agama Suryadharma Ali, sebagaimana dilansir
JPNN (Senin, 14/10), untuk jamaah Indonesia, khutbah Arafah akan disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Naib Amirul Haj, KH Maruf Amin.
Berbeda dengan sebelumnya, pada musim haji tahun ini, jamaah haji asal Indonesia yang diberangkatkan dari Makkah ke Arafah lebih awal dan terjadwal. Harapannya, meminimalkan kemungkinan kepadatan. Trip pertama, jamaah bergerak dengan menggunakan bus mulai pukul 08.00, Minggu kemarin (13/10).
Mereka yang bergerak kali pertama adalah para jamaah yang tinggal di pemondokan kawasan Mahbas Jin, Aziziyah, dan Jumaizah. Setelah itu, gelombang kedua berangkat pada pukul 12.00. Bus-bus itu membawa jamaah yang tinggal di pemondokan area Misfalah dan Bakhutmah. Di kawasan ini jumlah jamaah Indonesia lebih dari 80 ribu orang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: