Ini Para Tokoh yang Masuk Putaran Dua Calon Pendamping Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 02 Oktober 2013, 11:48 WIB
Ini Para Tokoh yang Masuk Putaran Dua Calon Pendamping Jokowi
jokowi/net
rmol news logo . Nama Jusuf Kalla masih berada di puncak sebagai orang yang paling dipercaya dan dinilai pantas untuk mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres mendatang. Publik yang menilai Jusuf Kalla pantas mendampingi Jokowi mencapai 19,8 persen.

Di urutan kedua ada Abraham Samad. Sekitar 15,7  persen publik percaya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini pantas mendampingi Gubernur DKI Jakarta. Di bawah Abraham Samad ada Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Ketua Dewan Gerindra Prabowo Subianto (10,4 persen), mantan Ketua MK Mahfud MD (10 persen), dan Rizal Ramli (5,1 persen).

Di papan tengah, yang berada di bawah 5 persen namun di atas 3 persen, ada Ketua Umum PAN Hatta Rajasa (4 persen), Sri Mulyani (4,3 persen), dan Yusril Ihza Mahendra (4,8 persen).

Tokoh-tokoh ini masuk di putaran dua poling yang digelar Rakyat Merdeka Online.

Sementara tokoh yang terlempar di putaran pertama, karena di bawah 3 persen, adalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati (2,6 persen), Pramono Anung (1,2 persen), Puan Maharani (1,7 persen), Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (1,1 persen), mantan Panglima TNI Djoko Santoso (1,1 persen), mantan Menko Polkam Djoko Suyanto ( 0,3 persen), pengusaha media Hari Tanoesoedibjo (1,2 persen), politisi Demokrat Pramono Edhie Wibowo (1,9 persen), dan Ketua Umum Hanura Wiranto (0,6 persen).

Poling "Mencari Pendamping Jokowi" ini digelar untuk mencari gambaran sikap publik, khususnya pembaca Rakyat Merdeka Online sejak awal bulan September ini. Pada putaran kedua ini semua tokoh di papan bawah terpaksa dieliminasi.

Walau tidak menggunakan metode ilmiah tertentu yang biasa digunakan dalam survei politik, namun poling ini juga dapat digunakan untuk memperkirakan kekuatan mesin politik dan dukungan yang dimiliki seorang tokoh.

Saat ini, dunia maya dan media sosial telah menjadi bagian penting dalam praktik politik di tanah air. Sejumlah hal dilakukan di dunia maya untuk memperlihatkan bahwa seseorang tokoh memiliki kualitas tertentu.

Di saat yang sama, kalaupun tidak bisa digunakan untuk mengukur kekuatan ril, paling tidak, peta di dunia maya ini bisa dipakai untuk membaca kekuatan dan komitmen tim pendukung yang bermain di dunia maya. Dan komitmen tim pendukung ini merupakan salah satu kunci penting yang harus dimiliki dalam kompetisi politik mutakhir. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA