"Dia kan reaktif, nyeletuk. Mestinya diam saja, bijaksana. Kita
cooling down aja. Biar nanti itu urusan fraksi. Tapi ya tahu sendiri tipikal Ruhut. Kontroversinya banyak sekali, wajar juga orang takut," ujar politikus senior Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada
Rakyat Merdeka Online (Kamis, 26/9).
Meski begitu, Sutan yang juga Ketua Komisi VII DPR ini berharap anggota Komisi Hukum itu menerima Ruhut. Tapi Ruhut juga harus mengubah sikapnya. "Kita harapkan Ruhut diterma dan mengubah sikapnya. Jangan terlalu mempertunjukkan Demokrat. Karena dia bukan lagi atas nama partai, tapi Komisi III yang anggotanya dari berbagai partai. Kalau ada menteri yang tidak baik, ya ditegur," ungkap Sutan.
Sutan sendiri juga mengaku pernah mendapat penolakan saat akan menjadi Ketua Komisi yang membidangi soal energi itu. Penolakan bukan dari anggota Komisi VII, tapi dari internal Demokrat.
"Ada yang mempertanyakan apa bisa Pak Sutan serius. Saya katakan, saya serius. Saya bercanda hanya untuk menyegarkan suasana. Bahkan Pak SBY bilang, saya senang dengan gaya Pak Sutan memimpin. Tahu kapan keras dan kapan lembut," ungkapnya.
Karena itu, Sutan menegaskan, meski dikenal sering bercanda, dia berani menegur keras anggota, dan bahkan menyuruh menteri keluar dari rapat bersama Komisi VII DPR kalau dia anggap tidak benar. "Menteri kan tdak selamanya benar," tegas Sutan.
[zul]
BERITA TERKAIT: