"Nanti setelah Paripurna," ujar Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 24/9).
Ruhut menegaskan, sebenarnya tidak ada pelantikan atau serah terima jabatan. Yang ada, dia hanya serah terima palu dari Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso kepada dirinya. "Kan Priyo Wakil Ketua DPR membidangani Komisi I, II dan III. Jadi Aku menerima palu dari Priyo," ungkapnya.
Namun, dia mengungkapkan, mekanisme selama ini dibuat rancu oleh anggota Komisi III DPR yang tak setuju dia menjadi Ketua Komisi Hukum DPR tersebut.
"Ini mereka rancukan mekanismenya. Tapi nggak apa-apa lah. Kan aku jadi beken. Aku terima kasih kepada yang tidak setuju aku. Bayangin aku jadi terkenal di seluruh Indonesia, bahkan di beberapa negara tetangga," ungkapnya sambil tertawa.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: