Meski memang juga, secara legal formal, tidak ada yang bisa melarang Demokrat menempatkan sebagai Ketua Komisi menggantikan Gede Pasek Suardika (GPS) .
Namun dengan gencarnya penolakan dari anggota Komisi tersebut, PD juga akan menjadi target kritik publik yang pada gilirannya bukan saja mengganggu kinerja di Komisi, tetapi juga dan lebih penting lagi makin membuat citra partai bintang Mercy makin tergerus.
Demikian disampaikan pengamat politik senior AS Hikam (Sabtu, 21/9). Hikam mengingatkan, opini publik terhadap PD saat ini sudah demikian runyam dan elit partai itu seharusnya menghentikannya bukan malam memerluas.
Politik, ujar Hikam, bagaimanapun juga, adalah soal persepsi. Jika PD dipersepsikan sebagai partai yang sarat masalah, seperti korupsi, konflik internal elit, penurunan citra, mismanajemen, maka ia bisa mengalami ambruk (implosi) karena makin lemahnya soliditas dan pertahanan di dalam dan makin kuatnya tekanan dari luar.
"Jujur saja, soliditas dan pertahanan PD amat tergantung kepada Pak SBY yang menjadi tokoh sentralnya. Namun melihat dinamika PD akhir-akhir ini, dan belajar dari pengalaman parpol-parpol lain yang tergantung satu figur sentral, ada baiknya jika partai ini tidak membiarkan terjadinya perluasan masalah," ujar Hikam.
"Dan pengangkatan RS (Ruhut Sitompul) yang dijadikan isu kontroversial oleh lawan-lawan PD bisa memerluas persepsi negatif tersebut. Penunjukan RS masih bisa dievaluasi jika diperkirakan dampak negatifnya terhadap PD lebih besar daripada manfaatnya," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: