"Mungkin hingga saat ini, SBY tidak ada niat. Namun mungkin saja bila keadaan mendesak dia mau menjadi cawapres," kata pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Maswadi Rauf, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 18/9).
Belakangan, wacana SBY menjadi cawapres cukup menguat. Hal ini karena selain untuk meningkatkan elektabilitas Demokrat di tengah peserta konvensi yang tidak bisa diharapkan, juga untuk "mengamankan" posisinya setelah tidak lagi menjadi presiden atau tidak tidak lagi berkuasa.
Maswadi menegaskan, bila SBY mau menjadi cawapres, maka hal itu sah-sah saja. Sebab tidak ada aturan yang melarangnya. SBY hanya dilarang menjadi presiden untuk periode ketiga.
"Cuma kalau dia menjadi cawapres akan malu dan tidak punya harga diri. Ini akan seperti di Rusia antara Putin dan Medvedev, yang betukar posisi," demikian Maswadi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: