Perusak Makam Cucu Sultan HB VI Jelas-jelas Anti NKRI!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 18 September 2013, 07:17 WIB
Perusak Makam Cucu Sultan HB VI Jelas-jelas Anti NKRI<i>!</i>
ilustrasi/net
rmol news logo . Aksi perusakan makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI merupakan bentuk anarkisme dan intoleransi dalam pemahaman agama.

"Kalau hari ini makam cucu HB VI dirusak, lama-lama makam para auliya, Walisongo, makam cucu Nabi, dan bahkan makam Nabi akan dirusak. Ini tidak bisa dibiarkan," kata Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nusron Wahid, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 18/9).

Nusron menegaskan bahwa pelaku perusakan makam Kyai Ageng Prawiro Purbo, di Dusun Taunan, Kelurahan Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta itu jelas-jelas anti-NKRI. Pelaku perusakan juga tidak tahu konsep kebhinekaan dan kemajemukan.

Soal ziarah ke makam, Nusron menjelaskan bahwa hal itu merupakan masalah keyakinan keagamaan dengan dasar dalil naqli (nash) atau aqli (rasional). Dan semua aliran keagamaan memiliki dasar pemahaman dan nash yang diyakini. Bila pun ada sekelompok orang yang tidak setuju dengan ziarah, maka cukup tidak perlu ikut, dan bukan malah merusak keyakinan orang lain.

Senin malam (16/9), sekelompok orang merusak makam Kyai Ageng Prawiro Purbo. Di nisan makam itu ada bekas pukulan benda keras, dan cungkupnya dirobohkan. Sedangkan sekitar makam ada tulisan "Haram Syirik" dari cat pilox. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA