"Kalau hari ini makam cucu HB VI dirusak, lama-lama makam para auliya, Walisongo, makam cucu Nabi, dan bahkan makam Nabi akan dirusak. Ini tidak bisa dibiarkan," kata Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nusron Wahid, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 18/9).
Nusron menegaskan bahwa pelaku perusakan makam Kyai Ageng Prawiro Purbo, di Dusun Taunan, Kelurahan Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta itu jelas-jelas anti-NKRI. Pelaku perusakan juga tidak tahu konsep kebhinekaan dan kemajemukan.
Soal ziarah ke makam, Nusron menjelaskan bahwa hal itu merupakan masalah keyakinan keagamaan dengan dasar dalil
naqli (nash) atau
aqli (rasional). Dan semua aliran keagamaan memiliki dasar pemahaman dan nash yang diyakini. Bila pun ada sekelompok orang yang tidak setuju dengan ziarah, maka cukup tidak perlu ikut, dan bukan malah merusak keyakinan orang lain.
Senin malam (16/9), sekelompok orang merusak makam Kyai Ageng Prawiro Purbo. Di nisan makam itu ada bekas pukulan benda keras, dan cungkupnya dirobohkan. Sedangkan sekitar makam ada tulisan "Haram Syirik" dari cat pilox.
[ysa]
BERITA TERKAIT: