CALON DUTA BESAR

PKS: SBY Tak Perlu Apriori dengan Masukan Kritis DPR!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 18 September 2013, 06:47 WIB
PKS:  SBY Tak Perlu Apriori dengan Masukan Kritis DPR<i>!</i>
presiden sby/net
rmol news logo . Di antara 22 calon duta besar yang diajukan SBY, ada di antara mereka yang memilki kelayakan dan kepatutan untuk menempati posisi diplomatik di negara akreditasi. Namun di antara mereka ada juga yang hanya memiliki kapasitas sebagai dubes, tapi tidak memiliki kelayakan di negara akreditasi.

Karena itu, kata anggota Komisi I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Syahfan Badri Sampurno, fit and proper  test merupakan waktu yang tepat bagi DPR untuk mengkritisi dan menyampaikan masukan kepada para calon duta besar yang diajukan tersebut.

"Saya kira antara pemerintah dan dewan  harus memiliki titik temu dalam penunjukkan dubes di setiap Negara ini, Karena itu menyangkut  kepentingan Indonesia di mata internasional," katan Syahfan beberapa saat lalu (Rabu, 18/9).

Syahfan pun menegaskan bahwa SBY harus menerima sikap kritis DPR terhadap nama-nama calon dubes yang diajukan, mengingat pengangkatan Dubes RI adalah hak eksekutif presiden dengan pertimbangan DPR. SBY tidak perlu apriori dahulu terhadap masukan kritis DPR sebab faktanya masukan DPR juga banyak benarnya.

"Jadi masih banyak waktu bagi pemerintah melakukan penyesuaian dan bagi calon dubes melakukan perbaikan, demi kepentingan Negara di mata internasional," demikian Syahfan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA