"Terus terang saya belum melihat calon dari polisi dan tentara ini punya rekam jejak yang jelas terkait pengalaman dan pemahaman melakukan hubungan internasional," kata anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Helmy Fauzi, di Jakarta (Selasa, 17/9).
Walau demikian, Helmy mengaku tak bisa menafikan bahwa kedua sosok itu adalah memang pejabat senior di jajarannnya masing-masing. Karena itu, ia berharap keduanya bisa mengemban amanah sebagai dubes.
Terkait dengan
track record ini, Helmy mengaku siap menerima masukan dari masyarakat. Sebagai contoh, Ito sempat disebut-sebut di media massa terkait dengan kasus Mafia Pajak Gayus Tambunan, walau belum terbukti secara hukum kebenarannya. "Justru itulah pentingnya masukan dari masyarakat. Masih ada waktu untuk masukan itu dan kami siap menerimanya," tandasnya.
Saat menjabat Kabareskrim, Ito Sumardi pernah disebut-sebut dalam kasus dana mafia pajak Gayus Tambunan. Selain itu, Ito juga menjadi elit di Bareskrim Mabes Polri saat anggota DPR dari PKS Muhammad Misbakhun dikriminalisasi soal penggelapan L/C Bank Century. Belakangan, Misbakhun dinyatakan tak bersalah oleh Mahkamah Agung.
[ysa]
BERITA TERKAIT: