Sebaliknya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan menilai pengeras suara dalam aksi tersebut sangat penting. Sebab pengeras suara yang keras memang dibutuhkan oleh masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.
"Sebab para penguasa kerap kali tidak mendengarkan suara masyarakat," kata Koordinator Advokat Publik LBH Keadilan, Ahmad Muhibullah, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 17/9).
LBH Keadilan, lanjut Ahmad, mendukung aksi buruh yang menggunakan pengeras suara yang keras. Dan aksi yang akan datang sebaiknya menggunakan pengeras suara yang lebih keras dan lebih banyak lagi.
"LBH Keadilan berpendapat, sebagai Presiden seharusnya SBY tidak perlu mengeluh atas bisingnya pengeras suara aksi. Sudah seharusnya SBY mendengarkan suara masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan koreksi kinerjanya selama berkuasa," demikian Ahmad.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: