Bagi politisi Hanura Mulyano, sosok ulama kharismatik itu meninggalkan kesan tersendiri.
"Beliau kerap menggunakan Masjid sebagai tempat mendidik umat seperti yang dicontohkan Rasulullah," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online di Jakarta, Senin (16/9).
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menilai, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai tempat latihan bertempur dan sebagainya, bahkan perniagaan juga kerap kali dilakukan di sekitar mesjid.
"Kesemuanya untuk memeriahkan masjid. Pentingnya peran masjid harus mulai diperhatikan saat ini," katanya.
Dalam kesempatan ini, Mulyano mendesak pemerintah agar memperhatikan keberadaan masjid tanpa mengintervensi masalah-masalah peribadatan dan menjadikan sebagai media propaganda politik. Misalnya, dalam hal pemeliharaan dan pembiayaan.
"Ini untuk meminimalisir permintaan donasi jalanan yang dipandang tidak elok dan cenderung mendapat cibiran," ujar caleg dapil DKI Jakarta I ini.
Diharapkan, dengan adanya perhatian pemda tersebut, fungsi masjid sebagai tempat pendidikan usia dini seperti yang sudah dilakukan di beberapa masjid, selain tempat-tempat pendidikan Al Quran bisa membawa multi efek. Di antaranya, menyerap tenaga pengajar.
"Sudah saatnya pemda berperan maksimal, tidak hanya masjid-masjid tertentu, tapi seluruh masjid di Jakarta," pungkasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: