"Sehingga tidak heran jika peserta konvensi tersebut berisi beragam tokoh. Dari tokoh yang memang sudah diakui ketokohannya, hingga tokoh abal-abal. Mereka tampak kehilangan rasionalitas," kata Wakil Bendahara Golkar, Bambang Soesatyo, beberapa saat lalu (Senin, 16/9).
Bambang mencatat, dengan data kompilasi dari berbagai hasil survei, mustahil Demokrat mengusung sendiri capres dan cawapresnya. Karena syarat untuk bisa mengajukan pasang capres dan cawapres, partai atau gabungan partai pengusung harus mencapai 20 persen kursi di DPR. Atau minimal memperoleh 25 persen dari total suara sah pemilu legislatif pada 2014 sebagaimana ketentuan Undang-undang No.42 tahun 2008 tentang Pilpres.
Artinya, Bambang menyimpulkan, kalau tidak ada perubahan aturan dan kentuan UU tentang Pilpres serta perubahan cuaca politik yang signifikan, maka dapat diperkirakan pada 2014 nanti hanya ada tiga jangkar pengusung capres dan cawapres. Yakni, Golkar dan koalisinya, PDIP dengan koalisinya dan Gerindra bersama gabungan partai-partai kecil yg tidak masuk dalam koalisi Golkar maupun PDIP.
Sehingga, lanjutnya, kemungkinan besar pada 2014 nanti hanya ada tiga pasangan capres dan cawapres. Bahkan bukan tidak mungkin hanya ada dua jangkar yang akan mengusung dua pasangan calon, yakni Golkar dengan koalisinya dan PDIP plus Gerindra dengan sekutunya. Atau Golkar plus PDIP dan Gerindra plus PAN, PKB, PD serta beberapa partai kecil lainnya.
"Pertanyaanya kemudian adalah, dimana posisi capres pemenang konvensi?" tanya Bambang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: