"Kombinasi Hatta dan Jokowi memang sesuai," ujar Ketua DPP PAN Bara Hasibuan kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 13/9).
Alasannya, kedua tokoh tersebut, saling melengkapi. Terutama dalam aspek kebutuhan untuk melanjutkan pembangunan ekonomi. Mengingat ancaman ekonomi global saat ini, Indonesia perlu pemimpin yang memahami dan telah teruji dalam mengelola persoalan ekonomi.
"Pak Hatta punya pengalaman panjang di pemerintahan mengingat sudah 12 tahun duduk di kabinet dengan posisi yang beragam," sambung politikus muda PAN ini.
Apalagi, secara geografis Hatta, yang berasal dari Sumatera dan Jokowi dari Pulau Jawa, juga sangat ideal. Meski, Bara mengaku partainya belum fokus kepada pencapresan. "Tapi saat ini PAN masih fokus pada pemilihan legislatif," demikian Bara.
Kemarin, politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno menjelaskan Megawati
Soekarnoputri sudah legowo menyapreskan Jokowi. Deklarasi akan dilakukan
pada Januari 2014.
Saat ditanya siapa cawapres yang akan mendampingi
Jokowi, Hendrawan langsung menjawab, kalau dari internal partai ada 3
P: Puan Maharani (putri Megawati dari Taufik Kiemas), Prananda Prabowo
(anak kedua Mega dari almarhum Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso),
dan Pramono Anung, bekas Sekjen PDIP yang kini menjabat Wakil Ketua
DPR.
Kalau dari eksternal partai, cawapres yang digodok Tim 11
PDIP, ada beberapa orang. Di antaranya, Abraham Samad (Ketua KPK),
Mahfud MD (bekas Ketua MK), Jenderal (Pur) Pramono Edhie Wibowo, Prabowo
Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra), dan Ketua Umum PAN
merangkap Menko Perekonomian, Hatta Radjasa.
[zul]
BERITA TERKAIT: