SITUS GUNUNG PADANG

Selamat Datang Buah Mahakarya Leluhur Indonesia...

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 11 September 2013, 14:13 WIB
<i>Selamat Datang Buah Mahakarya Leluhur Indonesia...</i>
rmol news logo . Saat ini, riset di Gunung Padang sudah dapat memasuki tahap penulisan laporan hasil penelitian lengkap dari berbagai disiplin ilmu untuk seluruh lapisan kebudayaan 600 SM, 4900 SM, 11.500 SM dan 25.000 SM. Di saat yang sama, riset juga menunggu hasil uji laboratorium atas beberapa sampel baru.

Penulisan laporan uji laboratorium ini sudah bisa dilakukan setelah  pencitraan tomographi di bawah permukaan Gunung Padang selesai.

Bahan laporan ini, kata Erick Rizky dari Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM), akan menjadi bahan laporan  kepada Presiden SBY, beberapa kementerian, Pemda Jabar, dan Pemkab Cianjur dan kepada masyarakat. Selanjutnya, sesuai UU Cagar Budaya dan UU Riset, maka akan ada masa peralihan penyerahan hasil riset ini kepada negara.

"TTRM sedang mempelajari kepada instansi apa hasil riset ini akan diserahterimakan, mengingat hasil temuan di lapisan 3 dan 4 sangat berbeda dengan lapisan 1 dan 2," kata Erick Rizky dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 11/9).

Berdasarkan UU Cagar Budaya, lanjutnya, lapisan 1 dan 2 wajib ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Pemda. Sedangkan lapisan 3 dan 4 yang "sangat istimewa" dan "tiada duanya" di dunia ini sepertinya bukan wilayah Kemendikbud.

"Arahan Presiden nantinya ke instansi manakah "teknologi dahsyat" dan "bermanfaat buat rakyat" itu akan diserahkan. Apakah kepada Kementerian Pertahanan, apakah kepada kementerian ESDM, apakah kepada TNI/polri, akan diserahkan semuanya kepada arahan Bapak Presiden," ungkap Erick.

Erick juga mengatakan bahwa TTRM akan secepatnya menyelesaikan persoalan administrasi atau kewajiban kepada warga atau tenaga lokal, rental alat dan lain-lain. Ini agar diketahui masyarakat bahwa memang selama ini TTRM bekerja mandiri dan tidak bekerja atas uang negara. TTRM pun memahami,  meskipun Kemendikbud sudah diperintahkan untuk mem-backup riset ini, namun Kemendikbud mengalami kesulitan untuk membantu riset ini.

"Bersama masyarakat, TTRM juga berharap bisa bersama-sama menutup galian eskavasi yang ada. Pendokumentasian sudah kami lakukan," jelasnya.

Erick menambahkan bahwa tugas keilmuan TTRM sudah membuktikan berhasil menemukan sesuatu yang indah pada waktunya. Living monument buah mahakarya leluhur Indonesia itu ditemukan oleh orang Indonesia sendiri.

"Jika kolonialisme mencari ini 350 tahun, Tuhan memberi kemudahan bagi kita semua untuk menemukannya hanya dalam tempo 2,5 tahun," katanya, sambil berharap kepada masyarakat agar terus bekerjasama.

"Di antara masyarakat jangan mudah diadu domba. Semoga pihak-pihak yang selama ini kita rasakan melakukan hal-hal tak pantas, untuk segera dibukakan mata hatinya. Selamat kepada TTRM, selamat pada warga Cianjur, selamat pada Bangsa Indonesia," demikian Erick. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA