Perbincangan mengenai capres di media menguat lebih dari empat kali lipat mulai Juli dibandingkan rata-rata pemberitaan Februari-Juni 2013 yang berkisar 1.000 pemberitaan sebulan. Pemberitaan capres menguat sepanjang Juli-Agustus yang mencapai 4.800.
Sedangkan
mediashare terbesar pemberitaan capres itu ada pada
Detik.com, Rakyat Merdeka Online, Inilah, Kompas.com, dan
Okezone.Demikian disampaikan Direktur Komunikasi Indonesia Indikator Rustika Herlambang dalam siaran pers yang diterima
Rakyat Merdeka Online (Senin, 9/9).
Sementara terkait
top person topik capres, didominasi oleh Jokowi (6.727 berita), disusul Susilo Bambang Yudhoyono (5.608), Aburizal Bakrie (2.995 berita), Prabowo Subianto (2.278 berita), Jusuf Kalla (2177 berita), Mahfud MD (2.085), Megawati Soekarnoputri (2.048), Dahlan Iskan (1.980), Gita Wirjawan (1.819) dan Marzuki Alie (1.680).
"Ekpose Jokowi dalam topik capres yang terpaut jauh dibandingkan calon lain membuat volume pemberitaan Jokowi mampu menyamai Presiden SBY," tandas Rustika.
Hal ini terekam melalui
intelligence media monitoring yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2). Monitoring media dilakukan secara real time, 24x7x365 dengan cakupan 336 media online nasional dan daerah dalam waktu 21 bulan (Januari 2012- 6 September 2013), dengan total lebih dari 2,8 juta pemberitaan. Metode pengumpulan dilakukan oleh perangkat lunak crawler (robot) secara otomatis dengan analisis berbasis
artificial intelligence (AI), semantik, serta
text mining.
Apa saja yang membuat angka pemberitaan begitu tinggi?
Rustika menjelaskan, dilihat dari
clustering issue sepanjang 2013, pemberitaan mengenai Presiden SBY bergerak dalam tataran yang sifatnya seremonial, formal, kenegaraan, dan persoalan bangsa menyeluruh seperti harga BBM. Sebagian besar pemberitaan, untuk dibilang hampir secara keseluruhan, lebih pada kinerja yang dilakukan, seperti pidato Presiden, kegiatan presiden, termasuk di antaranya adalah aktivitas di Partai Demokrat.
"Secara volume, pemberitaan dari sisi human interest tidak banyak terpantau," ungkapnya.
Sementara
clustering issue mesin Indonesia Indicator menunjukkan bahwa nuansa pemberitaan Jokowi begitu dinamis setahun ini. Eforia pemberitaan Jokowi berawal dari sisi personal Jokowi, termasuk keprihatinan Megawati atas Jokowi yang makin kurus, dan berlanjut pada pemberitaan kinerja Jokowi.
Terutama dalam dua bulan terakhir, volume pemberitaan Jokowi meningkat beriringan dengan wacana pencapresan.
Bagaimana dengan sosok lain?
Rustika mengungkapkan, topik terbesar Dahlan Iskan dalam setahun terakhir mengarah pada jabatan sebagai Menteri BUMN dan aktivitas yang dilakukan, seperti pertemuan dengan DPR, KPK, dan terakhir mengenai konvensi.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, yang juga ikut dalam konvensi Partai Demokrat, pemberitaannya didominasi oleh kinerjanya mulai dari soal membeli produk lokal sampai pedagang pasar. Tigapuluh persen dari seluruh pemberitaan membicarakan wacana capres. Gabungan volume Gita dan Dahlan hampir sebanding dengan pemberitaan Jokowi.
[zul]
BERITA TERKAIT: