Serangan Militer AS ke Suriah Modus Kolonialisme Baru!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 06 September 2013, 11:45 WIB
Serangan Militer AS ke Suriah Modus Kolonialisme Baru<i>!</i>
twedy ginting/net
rmol news logo . Perdamaian dunia tak akan bisa terwujud bila negara-negara di dunia tidak saling menghormati kedaulatan masing-masing, apalagi melakukan agresi militer sepihak terhadap negara lain. Karena itu, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya
tidak berhak melakukan agresi militer sepihak ke Suriah dengan atas nama apapun.

"Terlebih, tuduhan AS dan sekutunya atas penggunaan senjata kimia oleh pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad belum terbukti dan PBB belum menghasilkan resolusi yang merestui pengerahan kekuatan militer ke Suriah," kata Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 6/9).

Twedy menilai agresi militer sepihak AS dan sekutunya ke Suriah merupakan kejahatan perang dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan (HAM). Apalagi konflik bersenjata yang terjadi di Suriah antara rezim Bashar Al-Assad dan kaum pemberontak terjadi atas peran AS dan Sekutunya.

"Perlu kita cermati bahwa senjata dan logistik perang yang digunakan oleh kaum pemberontak berasal dari AS dan sekutunya," ungkap Twedy, sambil mengatakan terjadinya Arab Spring, yakni pengerahan kekuatan militer oleh AS dan sekutunya atas nama demokrasi dan HAM untuk mengganti rezim-rezim yang berkuasa di Irak, Mesir, Libya dan Suriah merupakan modus baru kolonialisme AS dan sekutunya untuk menguasai sumber energi dan posisi strategis geopolitik negara-negara tersebut di Timur Tengah.

"Agresi militer AS dan sekutunya ke Irak, Mesir dan Libya hanya menyisakan konflik dan peperangan di negara-negara tersebut. Utk itu, AS dan sekutunya harus bertanggung jawab," tegas Twedy.

Twedy menambahkan, agresi militer sepihak AS dan sekutunya ke Suriah akan membawa dunia ke dalam peperangan dan resesi ekonomi dunia. Untuk itu negara-negara dunia termasuk Indonesia harus segera menyerukan penyelesaian secara damai di Suriah bukan dengan agresi militer. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA