Kunjungan itu dilakukan pria yang karib disapa JK di tengah-tengah lawatannya ke Kupang saat menjadi pembicara kongres Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat dan kegiatan Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta Palang Merah Indonesia (PMI).
"Ini dulu bibitnya (bibit sukun dan mete) saya yang sumbang ketika jadi wapres. Sekarang saya sempatkan nengok," ujar JK, Ketua Umum DMI ini.
Menurutnya, tidak mudah menanam di NTT yang secara umum tanahnya gersang, kurang air dan berbukit. Tanaman sukun dan mete, lanjut dia, sebenarnya cocok dengan iklim dan kondisi alam di NTT.
"Butuh keseriusan dan kesabaran. Selain itu, pemerintah juga harus kasih perhatian khusus agar para petani tetap bersemangat menanam," kata dia.
Usai meninjau perkebunan sukun dan mete, JK menyempatkan diri mampir di salah satu gereja di desa Tesabella, dekat perkebunan. Ia menuturkan, saat menjabat wapres, dirinya pernah berkunjung ke gereja tersebut, namun masih sederhana. "Sekarang bangunannya sudah bagus dan lebih besar. Semoga menambah kenyamanan beribadah," ujarnya.
Tak lupa jemaat dan pengurus mendoakan JK menjadi pemimpin negeri ini.
Kemarin, JK juga bersilaturrahmi dengan jamaah masjid raya Kupang. Di hadapan ratusan jamaah usai shalat zuhur, pria yang biasa disapa JK itu bercerita bahwa masjid harus semaksimal mungkin difungsikan untuk kesejahteraan umat, selain sebagai tempat ibadah.
Usai JK ceramah, pengurus masjid yang memandu acara, Anwar Faguano, mendoakan agar mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menjadi orang nomer satu di negeri ini.
"Pak JK sudah pernah jadi menteri, lalu wakil presiden. Sekarang presiden masjid Indonesia. Kita doakan, tahun depan Pak JK jadi presiden Indonesia. Entah itu berpasangan sama Jokowi atau tokoh lain," ucap Anwar yang diamini ratusan jamaah yang hadir.
[zul]
BERITA TERKAIT: