Ternyata Konvensi Demokrat Kalah Populer Dibandingkan Deklarasi Capres Wiranto-HT

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 03 September 2013, 06:16 WIB
Ternyata Konvensi Demokrat Kalah Populer Dibandingkan Deklarasi Capres Wiranto-HT
lkp/net
rmol news logo . Fakta menunjukkan bahwa ternyata wacana dan proses Konvensi Demokrat tidak dikenal di masyarakat yang luas. Meski diberitakan di media massa, namun ternyata tingkat popularitas atau pengenalan publik terhadap Konvensi Partai Demokrat masih tergolong rendah, dan berada di angka 40,8 persen.

"Bahkan banyak responden yang pernah mendengar rencana Konvensi tersebut tetapi tidak tahu apa yang dimaksud dengan konvensi," kata CEO Lembaga Klimatologi Politik (LKP), Usman Rachman, dalam rilis survei yang disampaikan pada redaksi, Senin malam (2/9).

Survei ini, jelas Rachman, digelar pada 12-18 Agustus 2013 dengan melibatkan 450 responden yang diambil dari 33 provinsi. Survei dilakukan melalui metode multi-stage random sampling, dengan margin of error plus minus 4,6 persen dan level of confidence atau tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan telepon dengan responden dan berpedoman pada kuesioner.

Dengan rendahnya popularitas Konvensi, lanjut Usman, maka tujuan Partai Demokrat untuk mendongkrak elektabilitas melalui konvensi tidak tercapai. Berdasarkan temuan LKP, elektabilitas Partai Demokrat masih sebesar 8,9 persen, dan ini tidak berbeda jauh dengan hasil survei berbagai lembaga riset tiga atau empat bulan lalu. Singkat kata, elektabilitas Partai Demokrat dalam beberapa bulan terakhir cenderung bersifat stagnan.

Hal lain yang menarik dari temuan survei LKP ini, masih kata Usman, ternyata popularitas atau tingkat pengenalan publik terhadap Konvensi Partai Demokrat jauh di bawah popularitas peristiwa Deklarasi Wiranto-Hary Tanoe yang akan disung Partai Hanura sebagai capres-cawapres pada Pemilu 2014. Sebanyak 77,6 persen publik mengaku tahu atau minimal pernah mendengar adanya Deklarasi WIN-HT sebagai capres-cawapres untuk Pemilu 2014.

Tingginya popularitas Deklarasi WIN-HT juga, katanya, membuat elektabilitas Partai Hanura terdongkrak. Elektabilitas Partai Hanura yang pada survei LKP bulan Mei
2013 baru sebesar 6,3 persen, dalam survei kali ini meroket menjadi 10,9 persen.

"Partai Hanura kini bersaing ketat dengan Partai Gerindra memperebutkan posisi ketiga dan keempat dalam ranking elektabilitas partai menjelang Pemilu 2014," demikian Usman. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA