Komunitas Masyarakat Harus Diberdayakan untuk Mencegah Bahaya Narkoba

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 02 September 2013, 15:44 WIB
Komunitas Masyarakat Harus Diberdayakan untuk Mencegah Bahaya Narkoba
ilustrasi/net
rmol news logo . Ada banyak cara kreatif untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya narkoba. Hal ini seperti dilakukan Gerakan Nurani Nusantara (GANN) yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

GANN, kali ini, mensosialisasikan pencegahan penyalahgunaan narkoba di Jati Asih Kota Bekasi. Dalam sosialisasi ini hadir tokoh pemuda, masyarakat dan majelis taklim.

"FGD yang kami ikui ini benar benar membuka mata dan hati kami untuk melindungi warga dan keluarga kami dari penyalahgunaan narkoba," kata tokoh masyarakat Jati Kramat Jati Asih, Sudarto.

Sementara itu, Kasubdit Media Elektronika Direktorat Diseminasi Informasi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Chatidjah, merasa terkejut sebab ternyata animo masyakarat untuk mengikuti focus group discussion (FGD) ini sangat tinggi. Bahkan peserta yang hadir mencapai 100 orang, dari yang ditergetnya 40 orang.

"Hal ini membangkitkan semangat kami bahwa pada dasarnya masyarakat sangat tertarik untuk aktif dalam pencegahan narkoba," ujar Chatidjah, sambil mengapresiasi upaya GANN di bawah pimpinan M Fariza Y Irawady yang terus melakukan sinergi dengan berbagai kelompok masyarakat untuk mensosialisasikan bahaya narkoba.

Rina Guspitasari, Koordinator GANN kota Bekasi, juga merasa terkejut dengan animo masyarakat mengkuti FGD ini . Ia pun berencana mengadakan seminar pencegahan narkoba dengan 600 peserta pada 14 September mendatang.

Sedangkan M Fariza Y Irawady, menyatakan komitmennya untuk terus menyebarkan kesadaran untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba lewat  FGD yg bekerja sama dengan BNN, seminar motivasi dan kegiatan positif lainnya. Sejak berdiri 12 Februari 2013 hingga saat ini GANN sendiri sudah memberikan pelatihan sebanyak lebih dari 205 angkatan dengan total peserta 31 ribu orang seluruh Indonesia.
 
"Saat ini semakin besarnya jaringan pengedar narkoba harus diimbangi oleh jaringan masyarakat yang jauh lebih besar untuk melakukan pencegahan narkoba," tegas Fariza.

Kata Fariza, BNN sudah melansir penyalahguna narkoba di tahun 2013 ini diperkiran mencapai angkat 4,9 juta jiwa.

"Itulah mengapa berbagai komunitas masyarakat harus terus diberdayakan dan digandeng untuk bersama melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba," demikian Fariza [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA