Ketua Ikatan Demokrat Bersatu (Idemtu) Idemtu Manara Lodewijk Hutapea mengaku kecewa lantaran Isran yang merupakan salah satu kader Partai Demokrat malah tidak mendapat undangan mengikuti konvensi. Menurutnya, partai bakal rugi dengan tidak mengundangnya orang yang dianggap mewakili masyarakat Indonesia bagian timur itu.
"Kami menghargai dengan apa yang diputuskan Komite Konvensi PD, namun kami juga merasa kecewa dengan tidak diundangnya Pak Isran," kata Manara saat dihubungi wartawan Sabtu (31/8).
Kata dia, sebenarnya banyak keuntungan jika Isran diberi kesempatan bertarung di konvensi untuk menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Diantaranya, Isran memiliki suara dan dukungan dari daerah-daerah yang selama ini terwakili Isran. Isran, kata dia memiliki banyak dukungan, terutama dari Indonesia bagian timur. Apalagi, Isran adalah ketua dari pemerintahan kabupaten di Indonesia yang otomatis banyak memiliki hubungan baik dengan masyarakat kabupaten.
Selain itu kata Manara, Isran adalah kader partai yang sebenarnya sangat layak mendapat kesempatan. Menurut Manara, jauh lebih baik mengundang Isran yang merupakan kader partai sendiri daripada mengundang para tokoh lainnya diluar partai yang kemudian memilih untuk mengundurkan diri. Misalnya mantan Ketua MK Mahfud MD, mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih dan Dirut Lion Air Rusdi Kirana. Meski diundang, mereka akhirnya menyatakan menolak ikut konvensi.
Dengan tak diundangnya Isran, kata Manara, bisa menilai sendiri bagaimana proses Kovensi Demokrat ini. Saat ditanya apakah ada upaya menjegal Isran agar tak ikut konvensi, Manara enggan berkomentar banyak. "Kita serahkan agar masyarakat yang menilai," ujarnya.
Masyarakat, kata dia juga bisa menilai bagaimana sosok orang-orang yang terpilih menjadi peserta konvensi. Kalau memang tokoh-tokoh memang memiliki pengaruh, maka itu akan mendokrak elektabilitas partai. Tapi sebaliknya, bisa saja konvensi tidak memiliki pengaruh terhadap elektabilitas partai.
Manara berharap Isran angkat bicara setelah tak diundang dalam konvensi ini. Dia juga berharap agar Isran masih memiliki kesempatan untuk meramaikan tahun politik 2014 mendatang.
Sebelumnya, Ketua DPD PD Provinsi Sulawesi Tenggara, Muh Endang menyatakan Komite Konvensi harus memberikan penjelasan yang transparan terkait dengan tidak diundangnya Isran Noor. Kata dia, penjelasan ini perlu untuk menghindari timbulnya prasangka buruk dan ketidakpuasan publik terhadap kinerja Komite Konvensi.
"Saya kira perlu dijelaskan ke publik. Karena ini merupakan model demokrasi yang diletakkan oleh Ketua Majelis Tinggi (SBY) dan tentunya akan menjadi contoh. Suara publik juga harus didengar," ucapnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: