Tapi kalau disebut bukunya hanya berisi fitnah, hal itu bener-benar mengganggu bekas politikus Demokrat itu.
"Saya ini sedikit-sedikit mengerti agama bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Masa saya kemudian membuat dan menebar fitnah. Apalagi yang difitnah SBY dan Bunda Ani Yudhoyono," jelas Ma'mun Murod (Rabu, 28/8).
Ma'mun Murod mengungkapkan itu terkait pernyataan Wakil Ketua Umum Demokrat Nurhayati Ali Assegaf bahwa buku tersebut hanya berisi fitnah belaka. Tak hanya itu, Nurhayati juga tidak percaya soal pesan singkat yang dikirim Ani Yudhoyono kepada Anas Urbaningrum sebelum Kongres Demokrat, seperti dimuat dalam buku tersebut.
"Kalau Bu Nurhayati menuding saya fitnah terkait dengan SMS SBY dan Bunda Ani Yudhoyono dalam buku saya, (buka halaman 25-27), pada waktunya saya akan tunjukan SMS tersebut ke publik," ungkap loyalis Anas Urbaningrum ini.
Bekas Sekretaris Bidang Agama DPP Partai Demokrat ini pun meminta Nurhayati untuk membaca tuntas buku yang dikabarkan sempat dicekal tersebut.
"Dalam statementnya, Bu Nurhayati menyebut kalau dirinya baru membaca sebagian isi buku. Makanya saya meminta supaya Bu Nurhayati membaca dengan tuntas buku saya. Kalau perlu kata per kata sehingga bisa menangkap dengan utuh pesan 'moral politik' dari buku saya," tandas Mamun.
[zul]
BERITA TERKAIT: