Demikian disampaikan salah seorang pimpinan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)-Muda, Dahroni Agung Praseyto, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 27/8).
"Bila alasannya mempromosikan dunia pariwisata, apa benar akan mendongkrak popularitas pariwisata Indonesia. Bukannya masih banyak cara mendongkrak pariwisata untuk tanpa harus menyelenggarakan acara yang banyak ditentang umat muslim," tegas Dahroni.
Menurut Agung, motif ekonomi pun tidak relevan. Sebab dipastikan acara ini sama sekali tidak berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat banyak, kecuali segelintir elit saja.
"Maka itu kami mempertanyakan komitmen Hari Tanoe dan MNC dalam toleransi kepada ummat muslim di Indonesia untuk lebih menghargai pandangan umat Islam, dan tidak hanya mementingkan kepentingan bisnis belaka," demikian Agung.
[ysa]