
Keterisolasian Papua antara lain akibat kurangnya infrastruktur jalan dan jembatan. Sudah 68 tahun Indonesia Merdeka tapi keterisolasian tersebut masih terjadi. Dengan luas wilayah sekitar tiga kali pulau Jawa, Papua masih belum memiliki jaringan jalan yang memadai, yang menghubungkan wilayah-wilayah sentra produksi dengan jalur distribusi.
"Permasalahan infrastruktur di Papua tidak lepas dari masalah akselerasi proses nasionalisme dan NKRI. Makin renggang infrastruktur jalan dan jembatan makin rentan pula masalah NKRI disitu. Jalan dan jembatan adlah sektor riil yang mampu menguak isolasi dan keterbelangan masyarakat Papua," ujar Direktur Eksekutif SUN Institute, Andrianto, kepada
Rakyat Merdeka Online, Sabtu (17/8).
Andrianto mengatakan tujuan pembangunan inftastruktur adalah sebagai sarana mengintegrasikan berbagai potensi dan perubahan struktur masyarakat dan mengakselarasikan percepatan pembangunan atau pertumbuhan. Untuk itu kata dia, pengelolaan infrastruktur di Papua saat ini sangat relevan dengan upaya pemerintah mendorong MP3EI.
"Jaringan jalan dan jembatan akan mendukung sistem produksi dan distribusi berbagai aktifitas sosial, ekonomi, arus barang dan jasa, kesempatan kerja, dan keterampilan masyarakat. Dengan percepatan pembangunan infrastrutur di Papua akan mempercepat MP3EI dan proses NKRI disana," pungkas Andrianto.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: