"Sekarang ini banyak pengaruh dan paham PKI di Indonesia melalui isu HAM," kata pengamat politik lain Herdiansyah Rahman dalam keterangan pers yang diterima malam ini (Senin, 22/7).
Dia mengungkapkan itu terkait pemutaran film “The Act of Killing†dengan disertai tanya jawab dan diskusi di berbagai kota di Inggris dan Irlandia yang diprakarsai LSM Tapol Inggris bekerjasama dengan The Bertha Foundation dan Picturehousen Cinemas telah berlangsung sejak 28 Juni 2013 dan dilanjutkan hingga Oktober 2013.
Menurut lelaki yang pernah mengadakan penelitian di Aceh ini, kebangkitan PKI di Indonesia dengan memanfaatkan euforia reformasi, kebebasan berdemokrasi, isu HAM, kebodohan dan kemiskinan masyarakat serta keraguan aparat hukum.
Alumnus Fisipol Universitas Jember ini menjelaskan, pendukung Marxisme, Leninisme dan Maoisme di Indonesia untuk melampiaskan dendam, mereka dengan cara memutarbalikkan fakta, memalsukan dokumen, memfitnah, menghasut, menyuap, mengintimidasi dan lain-lain.
Herdiansyah menilai, upaya kelompok eks PKI yang didukung oleh kekuatan non state aktor baik di dalam negeri dan terutama luar negeri dalam rangka menuntut pelurusan sejarah, permintaan maaf dan rehabilitasi atas kejadian 1965 terus dilakukan melalui berbagai macam kegiatan, baik melalui media massa, forum publik, pembuatan film, diskusi, seminar dan lain-lain, walaupun sejauh ini hasilnya masih nihil.
[zul]
BERITA TERKAIT: