Jusuf Kalla menegaskan hal tersebut dalam ceramah pengkajian Ramadhan di Masjid Shalahuddin, Kampus UGM, Yogyakarta, kemarin.
"Penting menjadi pemimpin untuk mewujudkan kemakmuran rakyatnya. Tidak ada pilihan lain, semua pekerjaan harus dilakukan, termasuk yang tidak populer," ujar pria yang karib disapa JK itu.
Menurutnya, pemimpin tidak boleh memilih pekerjaan, misalnya hanya mau bekerja yang dipandang populer saja. Tetapi, lanjut dia, giliran pekerjaan yang tidak populer, tidak mau melakukannya.
"Mewujudkan kesejahteraan itu butuh kerja keras, tidak pandang bulu pekerjaan populer atau tidak populer. Jadi, kita butuh pemimpin yang siap berjibaku untuk itu," katanya.
Dalam pandangan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu, Indonesia sangat memenuhi menjadi negara yang makmur dan sejahtera. "Sekarang tinggal pemimpinnya saja, mampu tidak mewujudkan kesejahteraan rakyat," pungkasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: