Karena alasan itulah, berbagai elemen buruh di Riau menyatakan dukungan kepada aktivis mahasiswa ITB era 1980-an, Moh Jumhur Hidayat, untuk menjadi Capres 2-14 melalui konvensi Partai Demokrat. Jumhur dipandang sebagai sosok muda yang banyak bergulat dalam buruh, dan pernah memimpin organisasi buruh yaitu Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo).
Demikian disampaikan Koordinator Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Wilayah Riau, Patar Sitanggang, dalam Deklarasi Dukungan Buruh Riau untuk Moh Jumhur Hidayat maju dalam konvensi capres Partai Demokrat di Riau (Jumat, 19/7).
"Pemerintah saat ini tidak berkutik menghadapi tekanan pengusaha dan ancaman hengkangnya investor asing. Kondisi perburuhan nasional sekarang juga berada di ujung tanduk karena politik nasional tidak berpihak kepada kepentingan buruh," kata Patar Sitanggang.
Sebagaimana dalam keterangan kepada redakasi, ratusan buruh yang melakukan deklarasi dukungan itu tergabung dalam Aliansi Buruh Riau terdiri dari KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), Gaspermindo, FPE (Federasi Pertambangan dan Energi) SBSI, NIKEUBA (Serikat Pekerja Niada Keuangan dan Perbankan) SBSI, Federasi Serikat Buruh KAMIPARHO (Pekerja Makanan Minuman Pariwisata dan Hotel) SBSI, serta FPKUI (Federasi Pekerja Konstruksi Umum Informal) SBSI. Seluruhnya membacakan deklarasi dan menandatangani deklarasi untuk disampaikan kepada Partai Demokrat Provinsi Riau.
Dihubungi secara terpisah, Jumhur, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), mengatakan dirinya mengaku memahami bahwa kaum buruh tidak mau lagi dikecil-kecilkan. Menurutnya, kaum buruh punya pemikiran dan ide yang bagus untuk disumbangkan pada negara dan bangsa Indonesia.
"Sungguh, ini suatu hasrat dan motivasi yang membuat saya semakin terpanggil untuk bersama-sama kaum buruh baik dalam bentuk apapun atau kesulitan apapun," kata Jumhur.
[ysa]
BERITA TERKAIT: