Bulog: Pedagang Pasar Senen Tolak Daging Sapi Impor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 19 Juli 2013, 10:10 WIB
Bulog: Pedagang Pasar Senen Tolak Daging Sapi Impor
daging sapi/net
rmol news logo Daging sapi impor Australia dan Selandia Baru ke pasar sudah didistrubusikan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), sehingga diharapkan harga daging sapi turun menjadi rata-rata Rp 75.000 per kilogram dari harga saat ini berkisar Rp 95.000-Rp 100.000 per kilogram, khususnya untuk wilayah Jabodetabek.

Kepala Perum Bulog, Soetarto Ali Moesa mengatakan, dalam melakukan distribusi pihaknya bekerja sama dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia dan Asosiasi Distributor Daging Indonesia dengan menyalurkan antara lain; ke Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Jatinegara, dan Pasar Minggu. Jakarta.

Jelas Soetarto, untuk Pasar Senen, Jakarta,  distribusi daging impor dari Bulog jutsru mendapatkan penolakan dari sejumlah pedagang. Alasanya, mereka masih memiliki stok.

Pihak Bulog, kata Soetarto, juga menjalin kerja sama dengan PD Pasar Jaya, dan Pemda dalam  melakukan operasi pasar, terutama di 48 titik di wilayah DKI Jakarya.

Ia menambahkan, Bulog memiliki 3.000 ton daging beku impor yang akan digunakan untuk stok setahun, dalam upaya menstabilkan harga daging pada bulan puasa dan menjelang hari raya lebaran 1434 H, natal dan tahun baru.

"Daging impor ke Indonesia akan secara bertahap, baik melalui udara maupun laut," jelas Soetarto seperti dilansir dari laman resmi Seketaris Kabinet RI.

Selain impor, daging sapi juga dipasok melalui tambahan 109.000 ekor dari feedloter (penggemukan sapi potong), sehingga diharapkan harga bisa cepat stabil. [rsn]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA