"Paling digunakan nanti program tahun 2014. Selama program 2014 sampai sebelum Oktober kira-kira. Itu bisa dua sampai tiga kali pakailah," kata Mensesneg Sudi Silalahi sebagaimana dilansir
JPNN (Kamis, 18/7)
Menurut Sudi, proses realisasi pesawat khusus kepresidenan tersebut berlangsung cukup lama karena banyak proses yang harus dilalui. Misalnya saja dicek sistem keamanannya.
"Tidak bisa segera (direalisasikan). Karena sistem keamanan, interior, semua harus betul-betul oke. Sebelum terbang, akan dilakukan pengecekan," lanjut dia.
Kata Sudi, banyak pandangan miring terkait dengan pembelian pesawat kepresidenan tersebut karena dinilai cuma menghambur-hamburkan uang negara. Namun dia menekankan bahwa pengadaan pesawat tersebut justru menghemat pengeluaran negara, hingga 300 persen. Sebab selama ini biaya penyewaan pesawat untuk mengangkut presiden dari maskapai penerbangan Garuda mencapai Rp 500 miliar per tahun.
"Kalau nyewa, hampir segitu memang. Nanti tinggal bahan bakar. Karena itu, sekarang justru lebih boros. Nanti kalau sudah datang akan sangat menghemat," paparnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: