PKS Dukung Konferensi Pelajar dan Mahasiswa Islam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 15 Juli 2013, 16:10 WIB
PKS Dukung Konferensi Pelajar dan Mahasiswa Islam
rmol news logo Dua organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) dan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), sepakat menggelar Konferensi Pelajar dan Mahasiswa Islam se-Indonesia bertema "Mengusung Kesigapan Pemuda Islam Menopang Kejayaan Umat dan Bangsa", di Jakarta.

Rencana konferensi itu disampaikan utusan kedua organisasi saat beraudiensi dengan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 15/7). Utusan DPP IMM dipimpin Ketua Umum, Djihadul Mubarok, sedang utusan PB PMII dipimpin Wakil Ketua Umum, Abdul Aziz. Keduanya didampingi fungsionaris organisasi. Diterangkan mereka, Konferensi yang dimaksud akan merumuskan kesamaan paradigma dan menelurkan rekomendasi bersama terkait isu-isu sentral keislaman, kebangsaan dan kebhinekaan.

Djihadul Mubarok menuturkan, Islam Indonesia adalah umat yang kaya secara mayoritas. Karena itu, ada tanggung jawab historis di pundak umat Islam untuk memajukan umat Islam, khususnya bangsa negara, serta kemanusiaan universal pada umumnya. Ditambahkan, konferensi bertujuan mengokohkan silaturahim antar organisasi pelajar dan mahasiswa Islam se-Indonesia. Selain itu, diharapkan terjalin silaturahim wacana dan gagasan terkait tema keislaman, kebangsaan dan kebhinekaan antara peserta.

Konferensi rencananya akan digelar pada Sabtu-Ahad (20-21 Juli) 2013 di Hotel Treva Internasional, Jakarta. Sejumlah organisasi pelajar dan mahasiswa Islam telah diundang dan menyatakan bersedia menghadiri konferensi.  Panitia juga mengharap kesediaan Hidayat untuk hadir dan menjadi salah satu pemateri tentang kebhinekaan.

Menanggapi pemaparan utusan DPP IMM dan PB PMII, Hidayat menyatakan dukungannya. Menurut Hidayat, sinergi antara dua organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia ini patut diapresiasi.

"Memang aneh bin ajaib. Di negeri dengan mayoritas penduduknya beragama Islam ini, suara pelajar dan mahasiswa Islamnya tak terdengar atau tak diperdengarkan. Karena itu, konferensi pelajar dan mahasiswa Islam ini layak didukung," tandas Hidayat. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA