Pemerintah dan DPR Sepakat Pertumbuhan RAPBN 2014 Sebesar 6,4 Persen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 12 Juli 2013, 13:36 WIB
Pemerintah dan DPR Sepakat Pertumbuhan RAPBN 2014 Sebesar 6,4 Persen
Djoko Udjianto/net
rmol news logo Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menetapkan angka pertumbuhan ekonomi 6,4 persen-6,9 persen dalam Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2014.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Banggar, Djoko Udjianto dalam rapat paripurna ke-32 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7).

Dalam laporannya, angka 6,4 persen-6,9 persen merupakan kesepakatan pembicaraan antara DPR dan pemerintah. Sebelumnya, dalam APBN-P 2013, angka pertumbuhan ditetapkan sebesar 6,2 persen.

Jelas Djoko, pihaknya juga menetapkan asumsi dasar lainnya menyangkut inlfasi. Bila dalam APBN-P 2013 ditetapkan 7,2 persen, maka pada RAPBN 2014 angka inflasi dikoreksi lagi menjadi lebih menjanjikan pada 3,5 persen-5,5 persen.

"Angka inflasi yang hampir sama terjadi pada APBN 2013, yaitu 4,9," terangnya seperti dikutip dari situs resmi DPR RI (dpr.go.id).

Sementara nilai tukar rupiah dipatok Rp9.600-Rp9.800, angka diperkirakan sedikit lebih rendah dari penetapan APBN-P 2013 yang dipatok Rp9.600. Tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara tiga bulan ditetapkan 4,5 persen-5,5 persen. Pada APBN-P 2013 suku bunga SPN ditetapkan 5 persen.

Dan harga minyak/ICP disepakati USD 100-115 per barel. Lifting minyak 860-900 ribu berel per hari. Lifting gas bumi 1.240-1250 ribu barel setara minyak bumi per hari. Dan terakhir, lifting minyak dan gas bumi untuk RAPBN 2014 berkisar pada 2.100-2.150 ribu barel per hari. [rsn]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA