Penemuan oleh tim arkeologi yang tergabung dalam Tim Terpadu Riset Mandiri situs Gunung Padang ini pun menghasilkan hal penting tentang komposisi semen. Ternyata komposisi semen itu terdiri dari 41 persen kuarsa mono kristalin, 45 persen oksida besi magnesium dan 14 persen lempung. Sementara oksidanya terdiri dari 11 persen hematite, 29 persen magnetite dan beberapa jenis oksida besi yang tidak spesifik sebesar 5 persen.
Sementara itu, kata ahli konstruksi sipil dan uji laboratoroim yang bergabung dalam Tim Terpadu Riset Mandiri, DR Boediarto Ontowirjo, berdasarkan hasil analisis laboratorium terjadap pasir halus ayak yang dikumpulkan pada saat pengeboran di teras 5 sampai dengan kedalaman 15 meter terdiri dari konsentrat butiran kuarsa 68 persen, oksida besi magnesium 22 persen dan silikat gelas 10 persen.
"Tidak ditemukan lempung atau clay dalam komposisi tersebut diinterpretasikan sebagai pasir piramid atau pyramid
san," jelas DR Bediarto Ontowirjo beberapa saat lalu (Selasa, 2/7).
Hal ini, lanjutnya, diperkuat dengan analisis laboratorium difraksi X ray, dan belum ditambah hasil petrografi. Oksida besi di semen dan pasir Piramid Gunung Padang ini menjelaskan adanya "proses" intervensi manusia dengan pemanasan dan pembakaran untuk memurnikan konsentrasi.
"Tidak ditemukan konsentrasi dominan dari mineral oksida besi magnesium dari banyak analisis petrografi potongan sangat tipis batuan kekar kolom dari 2 lokasi titik pengeboran di Gunung Padang," jelasnya lagi.
Sementara terkait dengan dengan umur dari lapisan tanah yanng ada 60 cm di bawah permukaan, jelasnya, berusia 600 tahun sebelum masehi. Umur di lapisan pasir-kerikil kedalaman sekitar 3-4 meter di Bor-1 sekitar 4700 tahun SM atau lebih tua. Usia ini berdasarkan hasil dari laboratorium Batan.
Sementara berdasarkan laboratorium Miami Florida, lanjutnya, umur lapisan tanah urug di kedalaman 4 meter ruang yang diisi pasir di bawah Teras 5 pada Bor-2, sekitar 7600-7800 SM. Sedangkan hasil laboratorium Batan, menunjukkan bahwa umur pasir yang mengisi rongga di kedalaman 8-10 meter di Bor-2, sekitar 11.600-an tahun SM atau lebih tua.
"Berdasarkan laboratorium Miami Florida, umur dari lapisan kedalaman 5 meter sampai 12 meter, sekitar 14500-25000 SM atau lebih tua," demikian DR Boediarto Ontowirjo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: