Karena sampai saat ini, warga Ibukota masih menunggu janji-janji atas apa yang telah disampaikan sebelumnya. Bahkan, pengamat sosial-politik Mustofa Nahrawardaya, menilai baru pada Pilkada Jakarta kemarin warga DKI menjadi korban.
"Kesan yang saya tangkap, Pilkada kali ini benar-benar hanya transaksi 'jual beli' program kerja. Sejak kampanye Jokowi-Ahok dimulai di Jakarta," ujarnya (Rabu, 12/6).
Namanya jual beli program kerja, maka transaksi politik semacem itu akhirnya tidak jauh dari pepatah, ibarat beli kucing dalam karung. Masyarakat hanya tahu keindahan suara kucing, tapi si kucing ternyata tidak seindah ketika dibuka karungnya. "Hingga hari ini, nyaris janji kampanye Jokowi-Ahok belum ada yang bisa dimulai untuk dilunasi," ungkapnya.
Alih-alih melunasi janji kampanye, program andalan Jokowi seperti Kartu Jakarta Sehat (KJS) malah menuai banyak keluhan, baik itu dari pasien maupun dari rumah sakit. Meski dilakukan upaya-upaya pendekatan dengan berbagai dalih, pemenuhan janji kampanye Jokowi lambat laun akan diketahui kegagalannya.
"Keindahan hanya saat kampanye. Realisasinya tak ada yang indah. Alhasil, hingga hari ini, akhirnya Jokowi bahkan dengan disokong Wagub Ahok, tidak sanggup meneruskan pembangunan DKI yang sudah dipelopori pejabat-pejabat sebelumnya," tandas Mustofa.
[zul]
BERITA TERKAIT: