Menurut anggota Komisi Keuangan dari Fraksi Demokrat, Achsanul Qosasi, nilai tukar rupiah menguat karena dolar menguat. Dolar menguat karena sentimen positif terhada kinerja ekonomi AS.
"Selain itu banyaknya investor asing yang melakukan aksi jual dalam satu minggu terakhir turut memperlemah nilai rupiah," kata Achsanul kepada R
akyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 11/6).
Selain itu, lanjut Achsanul, isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pun menjadi issu utama para investor. Sehingga para investor itu mengalihkan investasinya dalam sementara waktu. Para investor ini sedang menunggu kebijakan pemerintah tentang harga BBM.
"BI harus intervensi dan terus mengguyur rupiah dipasar.. Ini adalah tugas BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar," demikian Achsanul.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: