"Saya kira itu isu saja. Itu hanya (usul) orang-orang di sekeliling Anas yang memanfaatkan momentum supaya nama Anas tidak dilupakan orang," ujar pengamat politik Musni Umar kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 7/6).
Meski begitu, menurutnya, setidaknya ada dua alasan kenapa dia melihat Anas tak mungkin ikut konvensi. Pertama, mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu sedang terjerat kasus hukum. Kedua, ini yang lebih utama, Anas tidak dipercaya Susilo Bambang Yudhoyono.
"SBY kan ingin aman. Nggak mungkin (SBY) mencalonkan orang yang tidak dia percaya 100 persen," ungkap Musni, yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Menurut Musni, capres Partai Demokrat pada akhirnya akan ditentukan Majelis Tinggi Partai Demokrat yang diketuai SBY. Karena konvensi sejak awal hanya disiapkan untuk menarik simpati dari publik.
"Konvensi itu hanya untuk menarik simpati saja. Sama seperti yang dilakukan Golkar pada tahun 2004 lalu," ungkapnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: