"Kita nggak menyinggung-nyinggung dasar negara," jelas Ismail kepada
Rakyat Merdeka Online (Kamis, 6/6).
Sebelumnya, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Idy Muzayyad menilai TVRI sebagai lembaga penyiaran publik telah mengalami disorientasi kebangsaan dengan menayangkan siaran tunda acara Muktamar HTI yang jelas-jelas mempermasalahkan ideologi negara, nasionalisme dan menolak demokrasi.
Melanjutkan keterangannya, Ismail tak menampik, pihaknya mengkritik keras sistem demokrasi, nasionalisme, dan separatisme. "Soal demokrasi, emang demokrasi itu ayat suci yang tak boleh dikritik. Separatisme kita kritik karena itu memecah belah negara," urainya.
Sementara terkait nasionalisme sebagai sebuah paham, menurutnya tidak bebas nilai. "Kita kritik dari perspektif Islam. Masak nggak boleh kita kritik nasionalisme. Yang mengkritik nasionalisme bukan hanya Hizbut Tahrir loh," tandas Ismail.
[zul]
BERITA TERKAIT: