Mendesak, Peremajaan Spirit Berpolitik Kaum Muda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 03 Juni 2013, 17:39 WIB
Mendesak, Peremajaan Spirit Berpolitik Kaum Muda
endang tirtana
rmol news logo Kerusakan kondisi bangsa Indonesia saat ini nyaris sempurna. Maraknya kasus korupsi dan skandal seks para pejabat, adalah sedikit dari sekian banyak bukti. Ironisnya, tak sedikit pula tokoh muda yang tersandung dalam kasus yang sama.

Menurut peneliti Maarif Institute Endang Tirtana, hal itulah yang menyebabkan mayoritas anak muda apatis terhadap politik.

Saat ini, generasi muda yang seharusnya punya semangat dan jiwa muda untuk berpolitik demi bangsa, justru malah cenderung memilih melakukan gerakan golput nasional.

Karena itu menurut Endang, yang mendesak untuk dilakukan saat ini, tidak hanya soal estafet kepemimpinan dari generasi tua ke golongan muda, tapi perlu juga "peremajaan spirit" berpolitik.

"Untuk itu mari kita semarakkan gerakan berlomba-lomba dalam berprestasi, bukan berlomba-lomba untuk korupsi atau memperkaya diri," imbuh Endang (Senin, 3/6).

Endang mengungkapkan itu karena kondisi anak muda saat ini sangat jauh berbeda dibanding pada masa-masa zaman pergerakan dan awal-awal kemerdekaan.

Saat itu, Republik ini dipenuhi dengan anak-anak muda yang mampu memerdekakan bangsa dan menjadi duta-duta yang tangguh di mata internasional. "Jadi saat ini ini semacam ada 'generasi yang hilang'," tekan Endang.

Makanya, jelang 2014 mendatang, menurut Endang, perlu terus didorong partisipasi aktif generasi muda baik sebagai pemilih, maupun sebagai kandidat. Tidak hanya untuk maju sebagai calon Presiden dan wakil presiden, tapi juga pada Pemilihan Dewan Rakyat (DPR) RI dan Pemilihan Dewan Rakyat (DPD) RI.

Pemilihan DPR RI dan DPD RI ini juga harus menjadi perhatian penting. "Keberadaan dua institusi ini adalah konsekuensi dari sistem bikameral yang kita anut, yang berperan dalam menghasilkan produk kebijakan," jelas Endang.

Untuk hal itu, Endang mengaku sangat optimistis anak-anak muda dapat mengambil peran dan kesempatan tersebut. "Pertandanya sudah terlihat dari kepemimpinan di beberapa daerah yang dipimpin oleh anak-anak muda ini baik itu di badan eksekutif, maupun legislatif," imbuhnya.

Meski, untuk kepemimpinan nasional, masih keliatan adan keengganan dari kelompok tua untukk memberikan estafet kepemimpinan kepada anak muda, yang berkualitas, dan punya integritas. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA