"Kalau kita salah lagi dalam memilih elit, maka kita harus menanti lima tahun lagi," ujarnya dalam diskusi memperingati Hari Lahir Pancasila di gedung Perpustakaan Negara, Jakarta (2/6).
Imbauan itu ia sampaikan mengingat bahwa di dunia ini, dalam pandangan dia, ada enam bentuk kesalahan yang akan disesali manusia berdasarkan masanya masing-masing. Manusia, lanjutnya, kalau bisa harus menghindari kesalahan ini agar terhindar dari rasa penyesalan.
Kesalahan pertama, lanjut dia, yaitu kesalahan yang akan kita sesali dalam tempo berapa jam saja, seperti contohnya salah pakai baju. Penyesalan kedua, yang bersifat harian, seperti saat salah memilihkan oleh-oleh untuk istri. Karenanya kita harus membeli oleh-oleh lagi.
"Penyesalan ketiga sifatnya bulanan, yaitu salah potong rambut," celetuk politisi Golkar ini.
Sementara kesalahan keempat akan menimbulkan efek penyesalan selama setahun, yaitu salah dalam pelajaran yang mengakibatkan tinggal kelas.
"Sedang penyesalan kelima sifat lima tahunan, yaitu salah pilih pemimpin," tegasnya.
"Penyesalan terakhir sifatnya seumur hidup yaitu salah pilih istri. Tiap pulang itu lagi, itu lagi," celetuknya yang diikuti riuh tawa peserta.
[ysa]