Ketua Umum DPP Garda Muda Nasional Kuntum Basa membeberkan sekilas data anggaran subsidi tahun tahun 2012.
Subsidi BBM Rp 193.805 triliun, listrik Rp 80.937 triliun, pangan 17.197 triliun, pupuk Rp 16.228 triliun, benih Rp 1.454 triliun, PSO (Pelayanan Umum) Rp 1.521 triliun, kredit program Rp 1.248 triliun, pajak 4.825 triliun, Lapindo 155 miliar, bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp 23.446 triliun, dan subsidi siswa miskin Rp 3.9 triliun.
"Berdasar data ini, nampak jelas bahwa telah terjadi disparitas yang tinggi antara subsidi barang dengan subsidi orang. Pemerintah masih mementingkan subsidi barang daripada subsidi orang atau SDM," ujar Kuntum (Rabu, 29/5).
"Saya berani mengatakan bahwa subsidi pada barang merupakan pemubaziran dan subsidi pada orang merupakan pencerdasan," sambungnya.
Menurutnya, investasi terbesar negara ini bukanlah terletak pada besarnya devisa ataupun pendapatan negara ini dari berbagai aspek. Namun lebih dari itu bahwa peningkatan mutu SDM pendidikan merupakan investasi terbesar sesungguhnya.
"Nah, kalau ini tidak segera dibenahi, maka yakinlah hingga 100 tahun ke depan bangsa kita sulit untuk bisa bersaing dengan negara-negara maju," imbuh mantan Ketua Umum HMI Cabang Ciputat ini.
Karena itu, Kuntum mengamini apa yang disampaikan ekonom Aviliani dalam Diskusi Terbuka Dari Reformasi Politik Menuju Reformasi Ekonomi, Senin (27/5), yang juga dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Aviliani berbicara tentang fiscal policy terkait subsidi pada barang atau subsidi pada orang dan tentang pentingnya mapping tenaga kerja dan pendidikan.
"Disini, selain mengajak masyarakat kita untuk menggenjot perubahan, tentu pula saya berharap pada menteri-menteri kabinet SBY untuk segera melakukan mapping pendidikan dan ketenagakerjaan, seimbang dengan apa yang sudah dilakukan pemerintah saat ini melalui MP3EI," demikian Kuntum.
[zul]
BERITA TERKAIT: