"Aku pernah ikut makan di restoran Bashara. Waktu itu jam 11.30. Karena hanya mampir sebentar mau ke DPR ada rapat jam 1. Itu pertama kali dan terakhir aku ngomong dengan Djoko," ujar Desmon kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 29/5).
Saat itu, Desmon memang sedang bersama Herman Hery, anggota Komisi III DPR dari PDI Perjuangan.
"Itu secara tidak sengaja. Karena saya dari kantor Herman mau ke DPR. Di tengah jalan, ada yang telepon Herman. Kita mampir ke sana, ngobrol sebentar habis itu jalan lagi," ungkapnya.
Kemarin, Ketua panitia lelang proyek simulator SIM, Teddy Rusmawan mengaku diperintahkan atasannya, Djoko Susilo menyerahkan empat buah kardus yang berisi uang kepada para anggota Komisi III DPR yang saat itu digawangi oleh M Nazaruddin.
Selain bekas anggota DPR asal Demokrat, Nazaruddin, Teddy menerangkan bahwa saat penyerahan uang yang berlangsung di salah satu restoran di Jakarta itu, dia juga bertemu dengan anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo (Golkar), Azis Syamsuddin (Golkar), Desmon J. Mahesa (Gerindra) dan Herman Hery (PDIP) dan bekas anggota DPR.
Pemberian uang itu memang tidak terkait dengan proyek simulator SIM, yang saat ini menjerat Djoko Susilo. Tapi, sebagai uang pelicin untuk menggolkan dana 600 miliar untuk Korlantas Polri yang bisa digunakan untuk pendidikan.
Desmon membantah hal tersebut. "Kalau bicara itu, aku malah bingung. Apalagi itu sudah dibantah Djoko. Kalau terjadi berkardus-kardus, aku nggak ngerti malah," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: