"Saya tidak mendengar ya dan saya tidak melihat,"kata Panglima TNI Jenderal (purn) Endriartono Sutarto kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 14/3).
Masa pemerintahan SBY-Boediono ini hanya sebenar lagi, sekitar 1,5 tahun ke depan. Dia menolak Presiden SBY digulingkan dengan alasaan apapun. Kalau ada pihak yang berencana menjatuhkan SBY, tidak hanya sekadar mencari kekuasaan melainkan betul-betul berpikir untuk kepentingan bangsa, negara dan rakyat, dia mengingatkan, agar niat dibuang habis.
"Kasihan rakyat pada akhirnya yang menderita kembali akibat perbuatan seperti itu," ungkap Jenderal Tarto, demikian ia biasa dipanggil.
Banyak menilai, pertemuan ini tindak lanjut dari pernyataan Presiden SBY sebelum bertolak ke Jerman beberapa waktu lalu. Saat itu, Presiden mengaku mendapat informasi dari intelijen ada kelompok yang membuat keadaan gonjang-ganjing.
Tapi, Jenderal Tarto mengaku tidak mendengar pernyataan Presiden SBY tersebut.
"Saya kok tidak dengar ya. Kapan dia ngomong itu. Tapi kalau itu betul dan beliau menyatakan dari interlijen, mungkin benar. Kalau benar, saya hanya ingin menyampaikan kepada siapa yang dimaksud Pak SBY untuk berpikir ulang 10 sampai 20 bahkan seribu kali sebelum melakukan langkah itu. Karena keuntugan tidak ada, kerugian menimpa rakyat," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: