"Mungkin SBY ingin mendapat masukan dari teman-teman tersebut dan perlu diketahui mereka itu adalah senior-senior SBY," ujar Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 14/3).
Menurut Saleh, Presiden mengundang ketujuh mantan jenderal itu untuk menjaga keseimbangan di antara para purnawirawan. Pasalnya, Presiden SBY tentu tidak mau mengecewakan purnawirawan jenderal lainnya karena dua hari sebelumnya Kepala Negara itu telah mengundang mantan Danjen Kopassus Letjen (purn) Prabowo Subianto.
"Kita tahu bahwa 7 mantan jenderal ini sering berpandangan berbeda dengan Prabowo. Jadi disinilah hebatnya SBY untuk menunjukan ke publik bahwa ia juga menerima jenderal yang bersebrangan dengan Prabowo dan tidak dalam mengendors seseorang," tandas Saleh.
Tujuh purnawirawan jenderal yang diundang ke Istana kemarin itu adalah Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan, Jenderal (Purn) Fahrul Rozi, Letjen (Purn) Agus Wijoyo, Letjen (Purn) Johny Josephus, Letjen (Purn) Sumardi, dan Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy.
[zul]
BERITA TERKAIT: