Proses cerai dengan istrinya, Srimaya Haryanti, diakui sedang berjalan di Mahkamah Agung setelah pengadilan agama dan pengadilan tinggi mengabulkan gugat cerai yang ia ajukan.
"Itu (pisah cerai) pilihan terbaik. Risiko terberat yang harus saya ambil, saya juga ingin menjadi keluarga yang bahagia," kata Eddy Santana di kediamannya kemarin.
Dalam kesempatan itu, Eddy Santana mengingatkan agar semua pihak termasuk para calon gubernur untuk tidak menjadikan masalah keluarganya sebagai komoditas politik.
Karena ada indikasi dan ditemukan bukti-bukti, kalangan aktivis perempuan mengeksplorasi masalah keluarga Eddy Santana sebagai jualan politik. Ditengarai, gerakan itu dilakukan atas pesanan dan lawan politik, sebagai kampanye hitam (
black campaign).
"Ini bukan kategori
negative campaign dan
black campaign lagi, tetapi masuk kategori tindakan kriminal. Karena tindakan kriminal, kita lapor ke polisi dan kita meminta secara pribadi dan organisasi agar penegak hukum bertindak sesuai prosedur penegakan hukum," kata Eddy Santana.
Menghadapi Pilgub Sumsel, Eddy Santana Putra menggandeng Anisja Djuaita Supriyanto alias Wiwiet Tatung.
"Selama ini kita sudah sama-sama bersosialisasi bersama Ibu Wiwiet. Tetapi kita tetap menunggu keputusan DPP (DPP PDI Perjuangan). Calon lain tetap terbuka kemungkinan, calon mana menurut pertimbangan pling layak, tunggu tanggal 7 Maret saya akan deklarasikan," demikian Eddy.
[zul]
BERITA TERKAIT: