Alhamdulillah, SBY Akhirnya Sadar Juga...

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 03 Maret 2013, 16:24 WIB
<i>Alhamdulillah,</i> SBY Akhirnya Sadar Juga...
neta s. pane
Kecil Besar
RMOL. Sebenarnya Presiden SBY sangat terlambat menyadari bahwa ada kelompok yang mau membuat gonjang-ganjing negara ini. Lebih dari itu, kelompok juga ingin memecah belah dan menghancurkan Indonesia dari sisi sosial, budaya dan ekonomi.

"Sejak meledaknya bom Bali 1 indikasi adanya kelompok yang ingin menghancurkan Indonesia sudah terlihat. Hal ini ditandai dengan munculnya tokoh teroris Nurdin M Top asal Malaysia," ujar Ketua Presidium IPW Neta S. Pane kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 3/3).

Menurut Neta, jika hanya mau melakukan teror bom untuk menghancurkan kepentingan Amerika, kenapa Nurdin harus jauh-jauh melakukannya di Indonesia, kenapa tidak di negaranya sendiri, malaysia. Bukankah di Malaysia juga sangat banyak kepentingan Amerika.

"Tapi fakta-fakta bahwa Indonesia sudah menjadi sasaran perang intelijen asing ini tidak dicermati pemerintah dan aparat keamanan yang cenderung mau dipecahbelah kepentingan intelijen asing. Sehingga aparat keamanan lebih melihat teror bom Bali 1, 2 dan lainnya sebagai aksi terorisme yang dilakukan Islam radikal di dalam negeri," ungkapnya.

Dengan adanya kesadaran SBY bahwa ada kelempok yg mau membuat negara ini gonjang ganjing, sudah saatnya SBY memerintahkan aparat keamanan mencermati aksi-aksi perang intelijen yang dilakukan negara lain ke Indonesia.

.Tanpa itu, kecurigaan SBY hanya akan membuat kecurigaan yang tinggi terhadap anak-anak bangsa yang kritis terhadap ketidakbecusan pemerintah dalam membangun negeri ini menuju masyarakat yang adil dan makmur.

"Ujung-ujungnya, tudingan SBY tersebut bisa menimbulkan konflik antar sesama anak bangsa di dalam negeri, sementara negara-negara lain yang melakukan aksi perang intelijen ke Indonesia akan tertawa dan mendapatkan hasil dari aksinya untuk merusak kerukunan Indonesia dan merusak Indonesia secara ekonomi, sosial dan budaya," tandasnya.[zul]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA