Geo Dipa Incar Dana Segar Lewat Obligasi untuk Ekspansi Panas Bumi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Sabtu, 03 Oktober 2026, 11:43 WIB
Geo Dipa Incar Dana Segar Lewat Obligasi untuk Ekspansi Panas Bumi
Salah satu pembangkit listrik geotermal PT Geo Dipa Energi. (Foto: Geo Dipa)
Kecil Besar
rmol news logo PT Geo Dipa Energi (Persero) mulai menyiapkan skema pembiayaan alternatif untuk mendukung ekspansi bisnis panas bumi. Salah satu opsi yang tengah dikaji yakni penerbitan obligasi.

Direktur Utama Geo Dipa Energi Yudistian Yunis mengatakan, penerbitan obligasi menjadi bagian dari upaya perusahaan mencari creative financing untuk memperkuat sumber pendanaan.

“(Kami) mulai mencari creative financing, salah satu yang kita siapkan adalah bond yang mau kita lepas,” ujar Yudistian di Bogor, Sabtu 3 Oktober 2026.

Menurut Yudistian, penerbitan obligasi berbeda dengan skema initial public offering (IPO) yang dilakukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Dalam IPO, perusahaan melepas sebagian kepemilikan saham kepada investor.

Sementara melalui obligasi, Geo Dipa tidak melepas kepemilikan perusahaan. Dana diperoleh dengan menerbitkan surat utang yang kemudian menimbulkan kewajiban pembayaran kupon kepada pemegang obligasi.

“Kalau bond itu hanya nilai tertentu yang kita mau lepas dan pengelolaan perusahaan masih di dalam kita,” katanya.

Yudistian mencontohkan skema serupa yang telah dilakukan PT PLN (Persero) melalui penerbitan obligasi untuk memperoleh pendanaan.

“Kalau bond seperti yang sudah terjadi banyak, seperti PLN menerbitkannya bond. Jadi dia punya kewajiban untuk menyertakan kuponnya nanti,” ujarnya.

Rencana penerbitan obligasi tersebut telah dimasukkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Geo Dipa untuk periode 10 tahun. Meski demikian, perusahaan masih mengkaji waktu penerbitan, besaran emisi, hingga tingkat kupon yang akan ditawarkan.

“Di tahun depan kita lagi menyiapkan kajiannya, kapan bond-nya dan berapa rencana yang akan kita tawarkan untuk menjadi sumber pendanaan,” katanya.

Geo Dipa masih menghitung besaran penerbitan atau size serta harga obligasi. Setelah kajian rampung, perusahaan akan menyampaikan rencana tersebut kepada publik.

“Kalau bond kapan (diterbitkan) sizenya berapa, harganya berapa, itu lagi kita bikin perhitungannya. Nanti kalau ada, kami infokan ke teman-teman media,” ujarnya.

Rencana mencari sumber pendanaan baru tersebut sejalan dengan agenda ekspansi Geo Dipa di sektor panas bumi. Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan tambahan kapasitas pembangkit di Dieng dan Patuha melalui proyek Dieng Unit 2 dan Patuha Unit 2. Masing-masing proyek memiliki kapasitas sekitar 55 megawatt (MW), sehingga total tambahan kapasitas mencapai 110 MW.

Asian Development Bank (ADB) juga mencatat kedua proyek tersebut sebagai bagian dari ekspansi kapasitas pembangkitan panas bumi Geo Dipa.
Adapun saat ini Geo Dipa telah mengoperasikan pembangkit panas bumi di Dieng dan Patuha. 

Berdasarkan laporan keberlanjutan 2024, masing-masing pembangkit memiliki kapasitas terpasang 60 MW.

Dengan ekspansi tersebut, kebutuhan pendanaan Geo Dipa diperkirakan semakin besar, mulai dari pengembangan lapangan dan pengeboran sumur hingga pembangunan pembangkit serta infrastruktur pendukung.

Yudistian mengatakan penggunaan dana hasil penerbitan obligasi nantinya akan disesuaikan dengan struktur pembiayaan dan prospektus yang disiapkan perusahaan.

“Karena sifatnya bond adalah profilnya Geo Dipa, bisa jadi yang kita taruh apa, prospektusnya apa,” ujar Yudistian. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA