Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR Indra kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/3).
"Pernyataan seorang Presiden di publik atas dugaan adanya kelompok-kelompok dan elit politik yang ingin membuat negara gonjang-ganjing dan instabilitas politik, menunjukan hal ini sudah akut dan merupakan pernyataan yang serius," kata Indra.
Oleh karena itu, apabila dugaan atau anasir-anasir tersebut benar adanya dan tidak mengada-ada, menurut Indra, seharusnya SBY tidak pergi keluar negeri.
"Seharusnya SBY berkonsentrasi mengantisipasi, menyikapi, menyelesaikan masalah tersebut. Lagi-lagi apabila benar dan tidak mengada-ada bahwa ada kelompok atau elit politik yang akan membuat tindakan dekstruktif dan melanggar hukum. Maka seharusnya diantisipasi dengan alat nagara yang berada di bawah komando presiden dan kalau perlu disikapi dengan penegakan hukum," tegas Indra.
"Bukannya curhat atas kegalaunnya yang tidak produktif seperti ini," sambung Indra, politikus muda PKS ini.
Sesaat sebelum berangkat ke Jerman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (3/3) pagi, SBY mengaku dari hasil pemantauannya dan juga informasi dari intelijen tahun ini akan ramai isu-isu yang memojokkan dan mengganggu pemerintahannya dari kelompok tertentu.
[zul]
BERITA TERKAIT: