Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Demokrat Ulil Abshar Abdalla serta Sekretaris Departemen Pemajuan dan Perlindungan HAM DPP Partai Demokrat Rachlan Nasidik, dua politisi Demokrat yang dimaksud, menyebutkan bahwa misi utama Demokrat saat ini adalah menjegal Prabowo dan Aburizal Bakrie menjadi presiden.
"Harusnya orang-orang sekolahan seperti Ulil dan Rahlan itu tahu benar bahwa pernyataannya itu bukan hanya tidak baik buat Partai Demokrat, tapi akan berdampak buruk kepada SBY sebagai pemimpin utama di tubuh Partai Demokrat," kata Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Golkar wilayah Sumatera, Andi Harianto Sinulingga, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 27/2).
Andi pun menilai kedua politisi muda Demokrat ini suka saling cakar dengan sesama politisi di internal partai berlambang bintang mercy tersebut. Tentu saja ini juga sangat tidak baik, sebab selain menggambarkan tingkat kualitas politisi di masa depan, tapi juga bisa mengganggu proses demokrasi di masa mendatang.
Di tengah prahara Demokrat seperti ini, Andi menyarankan agar kader Demokrat melakukan konsolidasi, membangun kekompakan, dan bukan saling mencakar dan saling menerkam, apalagi menyerang partai lain.
"Kok mereka malah menyerang keluar? Tapi Golkar pasti tidak ambil pusing dengan apa yang dikatakan Rahlan dan Ulil, cukup publik saja yang menilai kualitas politisi muda seperti itu," tegas Andi, sambil mengingatkan SBY peran politisi di sekitarnya.
"SBY benar-benar dilingkari oleh para aktor politik berwatak Sengkuni," sambung Andi.
Golkar sendiri, lanjut Andi, terus membangun konsolidasi internal dan semakin solid. Program road show pimpinan dan fungsionaris Golkar ke daerah-daerah untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk rakyat juga terus berjalan.
"Kader Golkar tidak mempertontonkan perkelahian sesama kader partai seperti Partai Demokrat," demikian Andi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: